usai
Havel,
Blog ini tenyata rentan tergerus rasa tak puas diri dan kejenuhan. Sebagai pengganti, aku kini punya http://blogyusariyanto.wordpress.com/. Silakan dikunjungi jika berkenan.
Havel,
Havel,
Deadline tiba lagi. Beban kerja kembali menekan. Di sela-sela itu semua, tertumbuklah mata pada kutipan inspiratif ini:
“This is the beauty of being human. You can have two conflicting thoughts at the same time and not go crazy.”
O, iya, bukan seorang filsuf yang mengucapkannya, melainkan eksekutif di sebuah perusahaan peranti lunak ternama, SAP. Nama dia Shai Aggasi.
Havel,
Havel,
Lama bermukim di Amerika, seorang teman mudik sejenak ke Indonesia. Kami--belasan orang-- lalu berhimpun, ditingkahi dentam musik dan seafood yang menggugah selera. Suasana hangat dengan gurau canda.
Bernostalgia, kami mengungkit lagi kisah-kisah semasa sekolah. Melulu nostalgia. Tapi, apa yang salah? Hari ini dan esok mustahil eksis tanpa hari kemarin. Persoalannya cuma dosis. Apa saja yang terlampau banyak tentu dekat dengan mudarat.
Dan, seorang Amir pun mesti menapaktilasi sejarah pribadinya. Di Afghanistan, negeri yang letih oleh konflik berkepanjangan itu, ia harus menghadapkan wajah ke belakang. Padahal, hanya perih dan sedih di sana. Simaklah kisahnya di The Kite Runner (Aku baru tuntas membacanya pekan lalu. O, iya, terima kasih buat Khaled Hosseini yang telah menghadirkan cerita amat menyentuh ini).

Havel,